APAKABARBOGOR.COM- Proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bogor tengah berjalan, namun sisa waktu hanya tinggal satu bulan.
Kendati demikian, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi menegaskan, dipastikan tidak ada luncuran pada tahun anggaran 2023 ini, jika tidak selesai pihak yang terlibat dalam proyek tersebut terancam sanksi menyeluruh.
“Saya tegaskan, tidak ada program luncuran ya, perhatikan itu,” tegas nya kepada wartawan se-usai Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor Masa Sidang I 2023-2024 Daerah Pemilihan (Dapil) III di aula Kantor Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Rabu (7/12/2023).
Pria yang akrab disapa Wanhay itu jjuga mengingatkan bahwa, pada 30 Desember 2023 masa jabatan Bupati Bogor akan berakhir, maka semua pihak yang terkait pekerjaan infrastruktur harus menganalisa hasil progres pengerjaannya.
Baca Juga:
PWRI Bogor Raya Terima Sapi Qurban dari Bupati Bogor
LBH ADHIBRATA Desak Polsek Cengkareng Usut Tuntas Dugaan Pembunuhan Okavianus Heumasse
“Sejak sekarang harus ada analisa progres pengerjaan itu, jika tidak dimungkinkan selesai maka putuskan saja kontrak,” tandasnya.
Menurutnya, dalam sebuah proyek tentu ada konsultannya, baik perencanaan maupun pengawasan, dan harus menganalisa progres pekerjaan dimungkinkan selesai tepat waktu, atau tidaknya.
“Jika proyek itdak selesai sampai tanggal 30 Desember 2023, berarti putus kontrak dan blacklist seluruhnya , bukan hanya putus kontrak penyedia jasa PT maupun CV juga termasuk orangnya,” ucap wanhai.
Selain itu wakil Ketua DPRD itu juga menyampaikan warning keras, apabila pada Januari 2024 nanti ada program luncuran, maka dirinya akan mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP).
“Perlu diingat, saya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Komisi 2 yang membidangi infrastruktur akan mengadakan RPD jika memang di Januari 2024 nanti mendengar ada program luncuran, tidak hanya penyedia jasa, tapi pihak PUPR, bagian perencanaan dan konsultan pengawasnya akan saya undang untuk dimintai keterangannya,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala UPT infrastruktur jalan dan jembatan wilayah Ciawi RiKi Akbar mengungkapkan, sampai saat ini ( Kamis, 7/12/2023), dari 18 proyek jalan baru selesai tujuh saja.
“Sisanya masih minim progres termasuk Ruas jalan Pancawati-Cikreteg,”katanya. (Wan/ash)***






