Dimana saat ini Kota Bogor sudah menjadi magnet di kawasan Jabodetabek yang menyedot kaum urban dari berbagai wilayah Indonesia sehingga membawa berbagai konsekwensi terhadap berbagai aspek sebagaimana umumnya situasi perkotaan.
Hal ini tentunya juga memberikan pengaruh terhadap perkembangan perekonomian dan pembangunan di Kota Bogor, khususnya pada sektor jasa, baik hal yang positif maupun dampak permasalahan – permasalahan yang ada di Kota Bogor yang masih memerlukan penanganan serius, seperti penanganan permasalahan transportasi.
“Penataan transportasi, masih merupakan salah satu prioritas yang harus di perhatikan, hal ini terlihat dari minimnya kesadaran tertib berlalu lintas, penyalahgunaan fasilitas jalan, kondisi fisik jalan masih banyak yang kurang memadai atau rusak, masih minimnya fasilitas gedung parkir khususnya di jalur rawan kemacetan, serta timbulnya titik-titik kemacetan baru, sehingga perlu menjadi perhatian kita bersama,” jelas Atang.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Menteri LH Ajak Masyarakat Disiplin Pilah Sampah Demi Sukseskan Program Waste to Energy
Peduli Sesama, BAZNAS Kabupaten Bogor Salurkan Bantu Korban Bencana Banjir di Cigudeg Bogor
Disnaker Kab. Bogor Tutup Mata Terkait Program Bantuan Tenaga Kerja Mandiri Pemula 2025
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal lainnya yang perlu penanganan lebih seksama, menurut Atang adalah semakin minimnya lahan terbuka hijau di Kota Bogor.
Dimana semakin berkurangnya lahan perkebunan dan persawahan yang ada di Kota Bogor.
Hal ini menurutnya sebagai konsekuensi dari meningkatnya pembangunan yang ada di Kota Bogor. Namun ia menekankan pembangunan–pembangunan yang dilaksanakan di Kota Bogor harus tetap dengan memperhatikan Rencana Tata Ruang Wilayah, mengutamakan analisis dampak lingkungan serta dengan tetap memperhatikan akses ruang terbuka hijau untuk keasrian Kota dan kelestarian lingkungan hidup.
“Saat ini, sudah banyak perbaikan terhadap fasilitas dan akses trotoar bagi pejalan kaki, serta pembangunan taman–taman kota, namun perlu diperhatikan bahwa perbaikan fasilitas dan akses trotoar serta pembangunan taman–taman kota masih terpusat di sekitar kebun raya dan istana bogor serta beberapa lokasi yang masih di pusat Kota yang belum menyentuh kesemua wilayah lainnya, namun demikian Pemerintah sedang berupaya untuk kewilayah yang lainnya,” jelasnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






