Sepi Orderan, Kupu Kupu Malam di Parung Pilih Pulang Kampung

Selasa, 6 Juli 2021 - 21:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

APAKABAR BOGOR – Dampak Pandemi Covid 19 juga dirasakan para pekerja seks komersial (PSK) di wilayah Parung dan Kemang, sepinya job atau pelanggan disaat pandemi, satu-persatu PSK pulang kampung untuk mencari kerjaan lain untuk bertahan hidup.

Nampak jelas Jalan Raya Kemang – Parung yang setiap malamnya ramai PSK mangkal, malam ini terlihat sepi. Bahkan tidak terlihat ramainya wanita penjaja birahi itu yang mangkal. 

Salah satu pemilik warung di jalan Raya Parung Indra (45). Pria asli kuningan ini mengatakan, semenjak pandemi corona PSK yang biasa mangkal disepanjang jalan ini mulai berkurang. Yang dulu bisa ramai dan berkelompok untuk mencari mangsa. Karena pandemi mereka mulai berkurang.

“Biasanya ada saja yang nongkrong di sini. Sambil ngopi mereka menunggu pelanggan. Diperparah kemarin diberlakukan PPKM darurat semakin sedikit saja jumlah mereka. Malam ini saja yang terlihat hanya tiga orang. Pas saya nanya ke mereka teman-temanya kemana. Mereka jawab. Yang lain sudah banyak yang pulang kampung, untuk mencari pekerjaan lain,” ujarnya . 

Masih kata Indra, alasan mereka (PSK-red) pulang kampung karena kesulitan mendapatkan uang. Dengan biaya yang sangat besar tinggal disini. Mereka harus membayar kontrakan, listrik, dan mekup membuat sebagian PSK memilih pulang kampung dari pada tinggal diperantauan tidak makan.

“Ya ada yang dari Cianjur, Sukabumi, Cirebon, Indarmayu dan masih banyak lagi wilayah lain. Saya denger PSK yang di wilayah Cianjur pulang kampung untuk mencari kerja serabutan, seperti kerja menanam padi. Saya juga terkena dampak dengan sepinya PSK yang tidak mangkal lagi,” sambung Dani. 

Sementara salah satu pemilik kontrakan di wilayah Desa Iwul, Kecamatan Parung Nanang (56) mengaku kontrakanya mulai sepi. Sepinya kontrakan miliknya mulai terasa setelah pandemi covid 19 sudah setahun. Dan bebrapa bulan terakhir mulai terasa menurun drastis. 19 petak kontrakan miliknya. Saat ini hanya terisi delapan pintu.

Follow WhatsApp Channel lintasbogor.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Transparansi Pengadaan, Aspirasi Pengusaha Jasa Konstruksi yang Merasa Dirugikan Harus Didengar
RAPI Kota Bogor Bankom Kirab Merah Putih dari Bogor untuk Indonesia
Realisasikan Program “Bogor Peduli” BAZNAS Kabupaten Bogor  Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Penyandang Disabilitas
RAPI KOTA BOGOR TURUNKAN PERSONEL OPERASI BERSIH SUNGAI CISADANE*
Tonggak Baru PWRI Kota Bogor, Peniel Zebua Resmi Pimpin DKD
Ahmad Rohani Dilantik Sebagai Ketua DKD (Dewan Koordinasi Daerah) PWRI Kabupaten Bogor. 
Pencinta Satwa Kicau Mania Adakan Silaturrahmi Rajut Kebersamaan
Septic Tank Penuh, WC Mampet: Jangan Tunggu Sampai Parah Baru Panik di Bogor
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:50

Dukung Transparansi Pengadaan, Aspirasi Pengusaha Jasa Konstruksi yang Merasa Dirugikan Harus Didengar

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:45

RAPI Kota Bogor Bankom Kirab Merah Putih dari Bogor untuk Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09

Realisasikan Program “Bogor Peduli” BAZNAS Kabupaten Bogor  Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Penyandang Disabilitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:43

RAPI KOTA BOGOR TURUNKAN PERSONEL OPERASI BERSIH SUNGAI CISADANE*

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:37

Tonggak Baru PWRI Kota Bogor, Peniel Zebua Resmi Pimpin DKD

Berita Terbaru