“Tempo hari sudah diberikan obat, tapi kurang dan kami mengajukan untuk obatnya kembali tapi belum dikirim,” ujarnya.
Ditempat yang sama Nurdin selaku pengawas di lapangan dari Desa menerangkan kalau mutu nya beton nya diduga kurang bagus
“Saya sudah lama jadi Pengawas dilapangan dari Desa, saya jadi pengawas dari tahun 2003,” ucapnya
Nurdin melanjutkan, yang labil aja masih tidak retak, kok ini yang ada dasarnya bisa retak.
“Menurut pendapat saya pribadi, Karena dalam pengecoran itu saya bukan orang baru kalau sekarang kita gak pakai aspal sekarang pakai betonisasi dan baru sekarang saya baru mengalami retak nembus dan kita kuatir akan keratakan tersebut,” ujarnya.
“Karena kalau Beton dengan mutu K-250 itu udah cukup bagus, tapi kok ini bisa retak dan di duga pasir nya juga kurang bagus,” pungkasnya.
Hallo Indonesia mencoba menghubungi pihak dari PT Prayoga Beton, Ibu Anjar melalui pesan WhatsApp.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






