Proyek Aspirasi P3: “diduga Pondasi galian asal”, Tanpa Mutu Juga!

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 

pembangunan program PG-3AI untuk kelompok tani yg berasal dari dana aspirasi diwilayah kp cibolang rt04/rw05 ds.Banjarwangi.kec Ciawi diduga asal-asalan.

yg diamanahkan kepada P3A BERKAH BERSAMA. yg menelan anggaran atau nilai kontrak 195.000.000 rupiah .

 

 Proyek Aspirasi P3: “diduga Pondasi galian asal”, Tanpa Mutu Juga!

 

Lagi-lagi proyek aspirasi. Lagi-lagi terburu-buru.

 

Di lapangan terlihat jelas bagaimana sebuah pekerjaan yang disebut “pondasi” justru dikerjakan asal jadi. Tidak digali sesuai, tidak ada pemadatan, tidak ada standar. Yang ada hanya tumpukan batu di atas lumpur.

 

*Kerja Asal Tumpuk*

Dari pantauan di lokasi, batu-batu kali besar hanya dilempar begitu saja di atas tanah becek. Benang patok memang dipasang, tapi fungsinya diragukan. Tanah dasar tidak digali, tidak dipadatkan. Begitu hujan deras datang, siapa yang jamin tidak langsung amblas?

 

Ini bukan pondasi. Ini tumpukan.

 

Pekerja pun terlihat tidak menggunakan alat pelindung sama sekali. Bekerja tanpa alas kaki di atas lumpur dan batu tajam. Keselamatan kerja seperti diabaikan.

 

*Anggaran Jalan, Kualitas Jalan di Tempat*

Program P3 seharusnya padat karya dan berkualitas. Tapi yang terjadi di lapangan:

*galian tidak standar* = menghemat tenaga, tapi mengorbankan kekuatan

tinggal tunggu waktu rontok

*Lingkungan kotor* = sampah plastik berserakan di sekitar material

 

Kalau begini caranya, umur bangunan paling 1 musim hujan. Setelah itu rusak, lalu diusulkan lagi tahun depan. Lingkaran proyek yang tidak pernah selesai.

 

*Pertanyaan Besar*

Ke mana pengawasan? Ke mana fungsi konsultan dan pelaksana?

Proyek aspirasi itu uang rakyat. Bukan untuk main tumpuk batu.

 

Warga butuh drainase atau saluran air untuk mengairi sawah-sawah para petani yang benar-benar berfungsi, bukan sekedar “ada fotonya” untuk laporan. Warga butuh pekerjaan yang dipikirkan 5-10 tahun ke depan, bukan pas musim penghujan datang malah longsor

 

Kalau dari awal pondasinya sudah “kurang gali”, jangan heran kalau ha

silnya juga “tanpa guna”.(red)

Follow WhatsApp Channel lintasbogor.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Petisi 26 Tolak Korupsi Digelar di Kabupaten Bogor, Diawali Doa Bersama
GERAKAN LEUWI MALANG BERSIH: Seluruh Jajaran Pemdes Turun ke Jalan di Kp. Cipari
Pemdes Lewi malang Salurkan Bantuan Pangan Periode Juli – September 2026 untuk 754 KPM
Sosialisasi Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri di Kabupaten Bogor Tahun 2026
Kecamatan Cisarua Gelar Rakor Penanganan Kekeringan dan Karhutla
Desa Leuwimalang Gelar Bimtek KLIK DESA untuk Kemudahan Layanan Informasi Keamanan Desa
Hut Desa Lumpang Ke-106 Meriah, Lurah Aing : Jadi Momentum Bangkitkan Gotong Royong!
Taji Malela Siap Tempur! 27 Atlet SMKN 1 Dan SMPN 1 Cisarua Gelar Selamatan Pra-Nasional di Villa Ovus
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 06:32

Petisi 26 Tolak Korupsi Digelar di Kabupaten Bogor, Diawali Doa Bersama

Selasa, 22 September 2026 - 21:24

GERAKAN LEUWI MALANG BERSIH: Seluruh Jajaran Pemdes Turun ke Jalan di Kp. Cipari

Senin, 21 September 2026 - 11:30

Pemdes Lewi malang Salurkan Bantuan Pangan Periode Juli – September 2026 untuk 754 KPM

Selasa, 8 September 2026 - 18:18

Sosialisasi Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri di Kabupaten Bogor Tahun 2026

Selasa, 8 September 2026 - 12:51

Kecamatan Cisarua Gelar Rakor Penanganan Kekeringan dan Karhutla

Berita Terbaru