“Kami memastikan Kota Podomoro Tenjo merupakan proyek pembangunan properti yang menjanjikan, baik untuk investasi properti maupun untuk hunian,” katanya.
Kota Podomoro Tenjo merupakan bagian dari inisiatif dan inovasi APG untuk menghadirkan hunian yang berkualitas, dengan fasilitas yang mendukung gaya hidup masyarakat kekinian, khususnya aspek kesehatan lingkungan, infrastruktur dan akses transportasi serta sebagai katalisator kebangkitan ekonomi Indonesia.
Melihat keberhasilan penjualan sebelumnya, Kota Podomoro Tenjo meluncurkan cluster terbaru dengan tipe premium yakni cluster Burgundy dan tipe Deluxe yakni cluster Kalamentapuri. Cluster Burgundy merupakan hunian premium dengan ukuran 80 x 20 meter (160 meter persegi) yang dijual dengan harga mulai dari Rp 500 jutaan.
Cluster baru ini menempel langsung dengan Grand Transit Oriented Development (TOD) sebagai pusat Kota Podomoro Tenjo. Adapun cluster Kalamentapuri merupakan hunian terjangkau yang dijual dengan harga mulai Rp 200 Jutaan saja.
Baca Juga:
KUNJUNGAN BPUN KEC. CISARUA KE SANGKURIANG 2 FARM – KEC. MEGAMENDUNG
Ruby Falahadi Law Office & Partner: Persatuan dan Supremasi Hukum sebagai Fondasi Indonesia Maju
“Seluruh cluster ini konsepnya rumah tapak dengan area hijau yang luas untuk mendukung gaya hidup sehat penghuni. Sama seperti penjualan cluster sebelumnya, kami yakin cluster Burgundy dan Kalamentapuri akan diminati masyarakat yang memang selalu membutuhkan rumah baik untuk tempat tinggal maupun untuk investasi masa depan,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan Kota Podomoro Tenjo berada di wilayah yang berbatasan langsung dengan tiga wilayah yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
Letak strategis ini mendukung Kota Podomoro Tenjo memiliki akses yang baik, apalagi dengan adanya pembangunan grand TOD yang mendukung mobilitas masyarakat.
“Istimewanya, TOD di Kota Podomoro Tenjo sangat dekat dengan Tol Serpong Balaraja dan akan terhubung dengan Stasiun Tigaraksa untuk akses kereta rel listrik Jabodetabek.
“Kami sudah memikirkan sejak awal bahwa TOD ini akan sangat memudahkan dan mendukung mobilitas masyarakat yang tinggal di Kota Podomoro Tenjo, khususnya bagi mereka yang berusia produktif. Kota Podomoro Tenjo diproyeksikan sebagai The Next Serpong,” kata Zaldy. (Andriawan)
Halaman : 1 2





