“Ya saya heran saja, ini kan kasus lama , jadi yang di salahkan Bidan Desanya,” ujar dia.
Memang dari konten pemberitaan itu, tidak menyalahkan, namun saya merasa lelah aja menanggapinya,” ungkapnya.
Lanjut dia, dari pemberitaan 4 media yang memberitakan kasus Oji dirinya merasa cape dan lelah.
“Ada apa sih dengan Sipayung, sekarang desa Sipayung lagi, cari di desa lain juga dong, memang dari 4 media memberitakan tidak ada yang menyudutkan,” tegas dia.
Baca Juga:
KUNJUNGAN BPUN KEC. CISARUA KE SANGKURIANG 2 FARM – KEC. MEGAMENDUNG
Ruby Falahadi Law Office & Partner: Persatuan dan Supremasi Hukum sebagai Fondasi Indonesia Maju
Sementara itu, sekretaris Jurnalis Bogor Barat (JBB) dari Media Nasional MNCTV, Wildan hidayat menyayangkan prilaku Bidan Desa dengan menunjuk-nunjuk kepada jurnalis itu salah satu hal pelecehan profesi terhadap jurnalis.
“Jurnalis adalah profesi yang sangat dihormati , untuk itu perilaku sang bidan sangat tidak elegan karna menjatuhkan martabat wartawan ” ujarnya.
Menurut Wildan, jurnalis bekerja sesuai dengan kode etik dengan mengutamakan hal tersebut , jurnalis wajib melaporkan hal ini pada pihak yang berwajib.
“Rencananya akan saya laporkan ke pihak kepolisian , karena sang bidan telah melecehkan profesi , serta berprilaku tidak menyenangkan, ” tambahnya.
Saat dikonfirmasi Darwin Navis kepala puskesmas melalui sambungan telepon oleh Wildan, mengakui kejadian tersebut murni karena hilaf, dan memang saat itu kondisi sedang ada penyuntikan vaksin, mungkin bidan Desa Nunung sedang dalam keadaan cape.
“Memang saya akui bidan desa tersebut sempat emosi dan mungkin karena situasi saat itu sedang cape setelah melakukan penyuntikan vaksin dipuskesmas,”pungkasnya. (Andriawan)
APAKABAR MEDIA NETWORK mengajak kerjasama putra daerah yang berminat, untuk bersama-sama mengelola media kawasan desa atau kecamatan, contohnya seperti media Apakabarciampea.com. Hubungi WhatsApp kami: 0855-7777888.
Halaman : 1 2





