Film ‘Yohanna’ Hadir di Bioskop, Mengangkat Kisah Kemanusiaan dari NTT

Senin, 13 April 2026 - 11:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, lintasbogor.com//Lebih dari sekadar film, Yohanna hadir sebagai potret kemanusiaan yang jujur tentang realitas sosial di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 April 2026, film karya sutradara Razka Robby Ertanto ini mengajak penonton untuk tidak hanya menyaksikan, tetapi juga merasakan dan terlibat secara batin dengan kehidupan masyarakat kecil yang sering luput dari perhatian.

 

Mengangkat kisah seorang biarawati muda yang menjalankan misi kemanusiaan pasca bencana, Yohanna berkembang menjadi refleksi mendalam tentang persoalan nyata: keterbatasan akses pendidikan, tantangan layanan kesehatan, kemiskinan struktural, hingga anak-anak yang kehilangan masa kecilnya. Film ini menempatkan penonton di tengah realitas tersebut bukan sebagai pengamat, melainkan sebagai sesama manusia yang diajak untuk peduli.

 

“Sejak awal, saya ingin film ini tetap berpijak pada realisme. Apa yang kita lihat di Sumba adalah kenyataan yang dialami banyak orang. Yohanna bukan sekadar cerita, tetapi pengalaman yang dekat dengan kehidupan,” ujar Razka Robby Ertanto. Ia juga menegaskan bahwa versi bioskop dengan alur linear dipilih agar pesan kemanusiaan dapat tersampaikan lebih utuh dan mudah diterima oleh penonton luas.

 

Produser Eksekutif Wendra Lingga menambahkan bahwa Yohanna lahir bukan dari ambisi komersial, melainkan dari panggilan hati. “Kami membuat film ini dengan hati, tanpa ekspektasi apa pun. Yang kami jaga adalah bagaimana pesan kemanusiaan dan realitas sosial itu benar-benar terasa,” ujarnya.

 

Ia juga menekankan bahwa keterlibatannya dalam proyek ini melampaui batas identitas pribadi. “Saya beragama Buddha, tetapi ketika melihat cerita ini, saya merasa terpanggil. Kemanusiaan tidak mengenal agama, suku, atau latar belakang. Film ini adalah tentang kita semua,” lanjut Wendra Lingga.

 

Diproduksi oleh Summerland, Reason8 Films, dan Pilgrim Film, serta dibintangi oleh Laura Basuki, Yohanna telah lebih dulu mendapatkan pengakuan internasional. Film ini melakukan debut dunia di International Film Festival Rotterdam 2024 dan meraih Best Direction di Jakarta Film Week 2024. Di Jogja-NETPAC Asian Film Festival, Yohanna memborong lima penghargaan sekaligus: Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Storytelling Terbaik, Akting Terbaik, dan Sinematografi Terbaik.

 

Melalui perjalanan Yohanna, penonton diajak melihat bahwa harapan selalu lahir di tengah keterbatasan. Bahwa di balik luka dan ketidakadilan, selalu ada ruang untuk kasih, solidaritas, dan perubahan.

 

“Yohanna adalah pengingat sederhana namun kuat: kemanusiaan adalah bahasa universal – yang melampaui sekat apa pun, dan selalu menemukan jalannya untuk hidup di tengah dunia yang rapuh,” Kata Wendra.

Follow WhatsApp Channel lintasbogor.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Majelis Pers: Apakah UU No.40 Thn 1999 tentang Pers Masih Berfungsi Sebagai pedoman Payung Hukum bagi umat Pers?
Menag: Pindapata Nasional Gema Waisak 2026 Ajarkan Nilai Berbagi dan Welas Asih, Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Sosial
Ruslan Ketua Dewan Kesenian Kab. Bogor Apresiasi Langkah KDM Mahkota Binokasih
Menaker Yassierli: Pelatihan Agroforestri Nasional Dorong Lapangan Kerja dan Pengembangan Ekonomi Desa Berkelanjutan
Pangkoopsudnas Ungkap Kedatangan Rafale Hingga A400M Jadi PR Besar Infrastruktur TNI AU, Lanud Dukung Modernisasi Kekuatan Udara Nasional
FWJ Indonesia Serahkan 2 Piagam Penghargaan di Kota Tangerang, Siapa Saja Yang Layak diBerikan?
“Outsourcing Dibatasi Lagi! Permenaker 7/2026 Usai May Day: Solusi Nyata atau Sekadar Redam Protes Buruh?”
Menteri LH Ajak Masyarakat Disiplin Pilah Sampah Demi Sukseskan Program Waste to Energy
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:15

Majelis Pers: Apakah UU No.40 Thn 1999 tentang Pers Masih Berfungsi Sebagai pedoman Payung Hukum bagi umat Pers?

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:58

Menag: Pindapata Nasional Gema Waisak 2026 Ajarkan Nilai Berbagi dan Welas Asih, Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Sosial

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:47

Ruslan Ketua Dewan Kesenian Kab. Bogor Apresiasi Langkah KDM Mahkota Binokasih

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:42

Menaker Yassierli: Pelatihan Agroforestri Nasional Dorong Lapangan Kerja dan Pengembangan Ekonomi Desa Berkelanjutan

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:34

Pangkoopsudnas Ungkap Kedatangan Rafale Hingga A400M Jadi PR Besar Infrastruktur TNI AU, Lanud Dukung Modernisasi Kekuatan Udara Nasional

Berita Terbaru