Empat Wisatawan Rafting Tercebur di Sungai Cisadane, Operator Diduga Lalai

Minggu, 19 Februari 2023 - 18:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

APAKABARBOGOR.COM –Sebanyak empat orang wisatawan tercebur ke Sungai Cisadane, yang membelah di antara Kecamatan Cigombong dan Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Minggu (19/2/2023) pukul 15.00 WIB.

Kejadian ini membuat heboh warga sekitar di bantaran sungai dan berdatangan ke lokasi kejadian.

Dari informasi yang dihimpun di lokasi, sebanyak empat orang asal Jabodetabek tersebut start di kawasan jembatan Desa Ciadeg, perbatasan Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin. Mereka mengambil paket keluarga melalui operator Al Nassr.

“Kondisi saat itu air Cisadane sedang meluap. Kemudian empat orang terjungkal dan tercebur kemudian terseret sekitar satu kilometer. Berkat koordinasi mereka semua berhasil diselamatkan di jembatan Kampung Raweuy, Desa Ciadeg, mereka nyaris pingsan dan muntah-muntah karena banyak menelan air sungai,” ungkap BB, salah seorang saksi di lokasi kejadian.

Kendati korban selamat, dari berbagai informasi yang dihimpun kejadian tersebut diduga akibat kelalaian operator Al Nassr.

Sebab, kegiatan yang dilakukan tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) di antaranya pemandu (guide) bukanlah seorang rescue dan jumlah pemandu yang mengawal hanya dilakukan tiga orang dari idealnya delapan orang untuk kelas family.

Menurut Ketua Paguyuban Arung Jeram Kecamatan Caringin, Sunardi alias Encun, berdasarkan SOP seharusnya setiap aktivitas rafting harus melibatkan tenaga rescue, bukan hanya pemandu (guide).

Kedua, kata dia, apabila kondisi tidak memungkinkan maka harus ada pengalihan rute guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kalau perahu terbalik maka itu kembali ke pemandunya. Bisa pemandunya itu lalai atau tidak paham.” katanya.

Tapi seprofesional apapun itu pemandu, sambungnya, kondisi alam tidak bisa dilawan, maka itu urusannya rescue-nya seperti apa?.

Sebetulnya, lanjut Sunardi, semua operator wisata rafting sudah memahami SOP.

“Cuma rata-rata operatornya kalau hanya mau untung besar, mereka tidak mau pakai tim rescue. Kadang seperti itu,” tegasnya.

Menurutnya, posisi paguyuban hanya seputar standarisasi dan mengatur operator saat terjadinya air besar atau kecil.

“Kalau air sedang besar, meluap, maka Paguyuban melarang perahu sampai ke ujung, ke Bendung PDAM di Desa Ciherang Pondok,” tukasnya.

Sementara itu, pemilik Operator Rafting Al Anssr, Reni, yang dikonfirmasi belum memberikan respons. (acep mulyana/ash).***

Follow WhatsApp Channel lintasbogor.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BAZNAS Kabupaten Bogor Salurkan Santunan Pendidikan untuk 1.000 Anak Yatim Lintas Kecamatan
NPL GROSS 7,65%, KPP BOGOR RAYA DESAK WALI KOTA BOGOR BATALKAN KETUA DEWAN PENGAWAS BANK KOTA BOGOR
AKBARINDO Gelar Forum Group Discussion “Bincang-Bincang Konstruksi: Inovasi Material untuk Solusi Konstruksi Modern”
BAPPENDA Kabupaten Bogor Raih Nilai IKM 86,24% dengan Predikat Sangat Baik
PERKUAT PENEGAKAN DAN PERKADA, SERTA PENANGANAN GANGGUAN TRANTIBUM
BAZNAS kabupaten Bogor Salurkan Bantuan Paket Logistik dan Modal Usaha untuk Puluhan Mustahik
Dukung Transparansi Pengadaan, Aspirasi Pengusaha Jasa Konstruksi yang Merasa Dirugikan Harus Didengar
RAPI Kota Bogor Bankom Kirab Merah Putih dari Bogor untuk Indonesia
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:46

BAZNAS Kabupaten Bogor Salurkan Santunan Pendidikan untuk 1.000 Anak Yatim Lintas Kecamatan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:29

NPL GROSS 7,65%, KPP BOGOR RAYA DESAK WALI KOTA BOGOR BATALKAN KETUA DEWAN PENGAWAS BANK KOTA BOGOR

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:29

AKBARINDO Gelar Forum Group Discussion “Bincang-Bincang Konstruksi: Inovasi Material untuk Solusi Konstruksi Modern”

Selasa, 29 September 2026 - 10:32

BAPPENDA Kabupaten Bogor Raih Nilai IKM 86,24% dengan Predikat Sangat Baik

Senin, 7 September 2026 - 16:52

PERKUAT PENEGAKAN DAN PERKADA, SERTA PENANGANAN GANGGUAN TRANTIBUM

Berita Terbaru