Pembagian sertifikat dilakukan dikantor Desa Cinangka yang dihadiri oleh sejumlah tokoh dari berbagai unsur beberapa diantaranya RT / RW dan tokoh masyarakat.
Disisi lain program PTSL justru dijadikan ajang untuk mencari kesempatan bagi oknum tertentu.
Pasalnya, salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, dirinya sempat mengalami kesulitan, karena biaya yang tidak sesuai.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Serba Serbi Ramadhan SMK Bina Sejahtera 3 Kota Bogor Gelar Pesantren Ekologi
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Awalnya pihak desa meminta RP. 150.000.(seratus lima puluh ribu rupiah) dan biaya tersebut merupakan untuk biaya pengukuran dan administrasi desa,” bebernya.
Menurutnya, hal ini telah disepakati oleh semua pihak termasuk warga.
Namun usai sertifikat jadi, justru ada biaya lain sebesar seratus delapan puluh ribu rupiah, awalnya sebelum sertifikat jadi saya diminta Rp,150.000 eh pas udah jadi diminta lagi Rp.180.000 , dengan alasan untuk biaya materai dan map,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan terkait adanya biaya tambahan tersebut. (Red)
Halaman : 1 2






