“Bapak Presiden menyampaikan bahwa ancaman belum berakhir. Bapak Presiden mengingatkan agar kepala daerah se-Jawa Barat bersama Forkopimda tidak lengah dan antisipasi jangan sampai terjadi ledakan seperti di India,” ungkap Bima Arya.
Untuk itu, lanjut Bima, Presiden Jokowi meminta para kepala daerah dan Forkopimda untuk fokus mempelajari data-data. “Pelajari indikator, parameter.
Jadi kepala daerah harus hafal angka BOR (bed occupancy ratio), positivity rate dan semuanya. Jadi pelajari kurva di masing-masing kota,” kata Bima.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Menteri LH Ajak Masyarakat Disiplin Pilah Sampah Demi Sukseskan Program Waste to Energy
Peduli Sesama, BAZNAS Kabupaten Bogor Salurkan Bantu Korban Bencana Banjir di Cigudeg Bogor
Disnaker Kab. Bogor Tutup Mata Terkait Program Bantuan Tenaga Kerja Mandiri Pemula 2025
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Presiden juga meminta angka kesembuhan dinaikan. di Jawa Barat ini angka kesembuhan 89 persen, sementara di nasional 91 persen. Ini masih ada sedikit dibawah nasional.”
“Kalau angka kesembuhan tidak tinggi berarti ada yang salah pada obat-obatan atau penanganan lainnya. Jadi kepala daerah tidak boleh makro tapi detail sehingga mempelajari angka-angka kesembuhan tadi,” tambahnya.
Terkait vaksinasi, dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi juga mengajak para kepala daerah untuk tetap difokuskan, terutama terhadap Lansia.
“Saya laporkan kepada Bapak Presiden, bahwa vaksin lansia ini agak mentok, agak sulit karena banyak Lansia enggan divaksin. Presiden meminta agar terus mengupayakan untuk vaksinasi lansia difokuskan.”
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






