Pesan Rohmat Selamat Kepada Awak Media Saat Mengisi Acara Webinar Media “Okeyboz.com”

by -66 views

Lintas Bogor, Bogor – Webinar yang diselenggarakan oleh media bogor.okeyboz.com. Turut dihadiri oleh Ketua PWRI Kabupaten Bogor (Rohmat Selamat,SH,M.Kn) menghimbau kepada awak media untuk dapat mengcounter dan memverifikasi kebenarannya setiap berita yang diterima.

“Emang betul di masa pandemi ini semakin merajalela isu dan berita hoax, sehingga peran penting dari media sebetulnya sangat urgent disini untuk menghandle masalah ancaman berita tersebut, yang sesungguhnya tidak benar tetapi dibuat seolah-olah benar membuat tidak nyaman masyarakat dan mengakibatkan kebingungan serta kegalauan di masyarakat” kata Rohmat.

Ia juga menceritakan, pihaknya turun langsung ke rumah sakit untuk memastikan kondisi di lapangan. “Kita pernah juga dari PWRI cek ke salah satu RSUD Kota Bogor ternyata yang benar kondisinya pasien menumpuk tapi tetap itu menerima pasien yang datang dan walaupun antrian tetap diterima begitu luar biasanya para Nakes di RSUD Kota Bogor kemarin, kita bawa teman kita sendiri akhirnya diterima walaupun kondisi tabung gas tidak ada tapi tetap dicarikan walaupun kondisi pasien menumpuk tapi tetap diterima” ungkap Rohmat.

Rohmat juga berpesan kepada awak media.”Untuk teman-teman media khususnya di kabupaten bogor setiap berita yang membingungkan atau berita yang sifatnya menyeudutkan pihak-pihak tertentu, menyudutkan rumah sakit, itu harus di counter, harus diverifikasi kebenarannya, media harus balance. Masyarakat kita sedang berperang melawan virus, media harus memiliki jiwa patriotisme harus berperan aktif menyampaikan yang benar tidak memilih diksi-diksi yang menakut-nakuti, tidak memilih diksi-diksi yang buat masyarakat jadi kebingungan, harus menggunakan diksi yang menentramkan, menyemangati masyarakat atau membangun optimisme masyarakat di mana supaya kita bisa cepat keluar dari pandemi ini”.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Jaminan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bogor dr. Tri Yuliani, M.Kes menyampaikan agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik ketika mengalami gejala-gejala yang mengarah ke Covid-19.

“Kita harus menyikapi ini dengan tenang dan tidak panik, kita sudah 1 tahun lebih bergulat dengan pendemi dan betul dulu pernah ada istilah new normal dan betul new normal itu memang harus kita jalani, dunia sudah harus menjalani itu sambil terus mengupayakan vaksinasi. Mudah-mudahan betul vaksin nusantara dapat memberikan harapan yang luar biasa”

“Saatnya kita harus bergotong-royong semua lini, semua stakeholder, semua sektor bahu-membahu dan betul kita harus melaksanakan ini dengan adaptasi kebiasaan baru, kita tidak bisa menghindari virus-virus yang ada di mana-mana tapi setidaknya kita bisa membentengi diri kita, menjaga diri kita, agar bagaimana virus itu tidak sampai menginfeksi kita dan keluarga kita serta lingkungan sekitar kita jadi protokol kesehatan itulah yang perlu dijaga” katanya Minggu, (18/7/2021). Simak Videonya Klik https://youtu.be/OBkkTZFcTCo

Sementara itu Divisi Humas Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI Bogor) Jani Ginting, menyampaikan “Untuk kondisi Bogor sendiri sebagaimana kita ketahui ketersediaan tempat khusus untuk pasien covid-19 crowded hampir 90% dari kapasitas tempat tidur sudah terisi, padahal ketentuan WHO 60%, bahkan beberapa rumah sakit sudah lebih dari kapasitas tempat tidurnya dengan melakukan penambahan bed dan kursi roda, kondisi ini tentunya cukup memiriskan kita mengingat jumlah pasien yang terus makin banyak sementara dari kapasitas tempat tidur yang tersedia walaupun sudah di lakukan penambahan tempat tidur tetap tidak cukup untuk menampung tingginya pasien, sehingga teman-teman rumah sakit yang lain juga mendapat komplain dari masyarakat terkait ketidakmampuan kita untuk menerima pasien” ungkapnya.

Ipang Sigiasmoro Relawan Jamkeswatch menyampaikan.”Kasus yang sering terdengar adalah ruangan igd penuh, ruang isolasi juga penuh hal itu membuat pelayanan tidak maksimal, ada indikasi juga keterlambatan pembayaran klaim kepada rumah sakit sehingga mengganggu cash flow keuangan rumah sakit dan ketersediaan alat dan obat-obatan hal itu juga akan berpengaruh terhadap pelayanan pasien” Kata Ipang

Reported by Red