Sementara itu, Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Yusfitriadi memaparkan, pada tahun kedua pandemi ini pemerintah harus memberikan optimisme kepada masyarakat dan pemerintah juga harus sudah punya pola penanganan yang baik.
Pola penanganan ini penting untuk memberikan optimisme kepada masyarakat juga menjadi pedoman bagaiman pemerintah dapat menangani covid-19.
“Laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor bahkan hampir di semua daerah sudah melambat. Dan yang terjadi sekarang, ditengah-tengah masyarakat sudah ada rasa bosan dengan kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah mulai dari pusat hingga ke daerah.”
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Menteri LH Ajak Masyarakat Disiplin Pilah Sampah Demi Sukseskan Program Waste to Energy
Peduli Sesama, BAZNAS Kabupaten Bogor Salurkan Bantu Korban Bencana Banjir di Cigudeg Bogor
Disnaker Kab. Bogor Tutup Mata Terkait Program Bantuan Tenaga Kerja Mandiri Pemula 2025
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sehingga akhirnya terjadi penurunan tingkat kedisiplinan protokol kesehatan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Soal kebijakan PPKM berskala mikro, Yusfitriadi memaparkan dirinya sepakat.
Hari ini yang dioptimalkan adalah kinerja satgas di tingkat paling bawah yakni di tingkat RT, RW, Desa dan Kelurahan. Karena mereka lah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Itulah mengapa harus segera ditemukan sebuah pola yang sistematis dalam rangka penangan covid-19. Pola penangan yang sistematis ini tentunya akan memberikan dampak positif terhadap pemulihan laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor,” tutupnya. (bgr)






