APAKABAR BOGOR – Pasca banjir bandang dan tanah longsor yang menimpa Kampung Cisarua, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor.
Sekolah Tinggi llmu Hukum Dharma Andigha (STIHDA) Bogor, dipimpin Ketua Dr. drg. Ekodjatmiko Sukarso, S.H., M.M., M.H., M.Kom melakukan aksi kemanusiaan dengan memberikan paket bantuan kepada warga yang terkena dampak bencana tersebut.
Bantuan disalurkan melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIH Dharma Andigha Bogor yang langsung terjun kelapangan membawa paket bantuan berupa pakaian, sembako, obat-obatan, dan vitamin beserta kebutuhan bayi seperti popok dan kebutuhan lainnya.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Menteri LH Ajak Masyarakat Disiplin Pilah Sampah Demi Sukseskan Program Waste to Energy
Peduli Sesama, BAZNAS Kabupaten Bogor Salurkan Bantu Korban Bencana Banjir di Cigudeg Bogor
Disnaker Kab. Bogor Tutup Mata Terkait Program Bantuan Tenaga Kerja Mandiri Pemula 2025
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Bem, Aceng mengatakan proses penyaluran donasi diserahkan ke kantor desa Purasari sebagai posko penerimaan bantuan.
Pantauan di lapangan BEM STIHDA pun diterima dengan ramah oleh pemerintah setempat pada saat sampai di lokasi.
“Setelah dari posko penerimaan bantuan, kami didampingi oleh aparatur desa setempat untuk menuju ke titik lokasi kejadian sekaligus melihat keadaan masyarakat dan kondisi rumah yang terkena dampak banjir dan longsor”, ucap Aceng.
Aceng yang turun langsung bersama rekan-rekannya itu mengaku sangat prihatin saat melihat kondisi warga yang terkena dampak bencana banjir dan longsor.
Sehingga ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada korban bencana.
“Agar kiranya pemerintah setempat memberikan perhatian lebih kepada korban bencana alam yang kehilangan tempat tinggal, harta benda akibat dampak dari bencana tersebut, tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Andi Tatang Supriyadi juga menyatakan sangat prihatin dengan korban bencana di Purasari.
Baca Juga:
Koordinator Wilayah PWRI Bogor Timur Prihatin Terhadap Sikap Kades Cipecang Arogan terhadap Wartawan
Sehingga ia bersama civitas akademika STIHDA tanpa berpikir panjang langsung memberikan bantuan kepada para korban.
“Hal ini merupakan bentuk kepedulian dosen dan mahasiswa terhadap musibah yang telah menimpa korban banjir bandang dan longsor di Purasari,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, di wilayah Leuwiliang dan Pamijahan terkena bencana banjir bandang dan longsor.
Akibat Hujan deras yang mengguyur sedari siang hingga malam pada Rabu, 22 Juni 2022. Bencana tersebut tidak hanya merusak rumah warga namun juga memakan korban jiwa. (Haidy)






