Tolak GLOW Kebun Raya Bogor, Budayawan Ikut Turun Suarakan Aspirasi Demi Menjaga Warisan Leluhur

by -22 views

Lintasbogor.com, BOGOR – Ratusan massa dari Budayawan dan Organisasi Masyarakat (Ormas) melakukan aksi unjuk rasa penolakan wisata malam GLOW dan penolakan Kebun Raya Bogor (KRB) dikelola oleh swasta di halaman Balai Kota Bogor pada Rabu (13/10/2021).

Aksi unjuk rasa tersebut diterima oleh Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yaitu Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro dan Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Inf Robby Bulan.

Massa juga berencana akan menyampaikan aspirasi ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan memohon agar Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) mau mendengarkan aspirasi dari masyarakat Kota Bogor. Aksi unjuk rasa diakhiri pementasan seni bela diri pencak silat dan seni khas Sunda lainnya.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan pihaknya akan menyampaikan tuntutan dari budayawan tersebut.

“Ada tujuh poin tuntunan yang mereka sampaikan untuk pengelola Kebun Raya Bogor (KRB), karena KRB ini tidak di bawah Pemkot Bogor, tapi pemerintah pusat, sehingga perlu ada proses penyampaian dari kami ke pengelola langsung. Tapi insyaallah secepatnya akan ada jawaban, kita kawal tujuh poin aspirasi,” ungkap Dedie.

Sementara, Korlap Aksi, Ki Tjetjep Thoriq mengatakan, tuntutan mereka masih sama, sampai berapa kali pun akan dilakukan, sampai swasta tidak ada lagi mengelola Kebun Raya Bogor. Keluar dari situ, kembalikan ke pemerintah karena dengan begitu rakyat bisa mudah masuk.

“Bukan tanpa alasan kami menolak KRB dikelola pihak swasta. Karena, semenjak KRB dikelola pihak swasta, rakyat yang biasanya sebelum bulan puasa bisa melakukan cucurak disana, saat ini sudah tidak bisa. Sekarang sudah dikelola swasta harga masuk mahal, bawa makan dari rumah tidak boleh dan makan di sana mahal,” ungkap Tjetjep kepada wartawan.

Tjetjep menjelaskan, harga makanan di dalam KRB saat ini sangat mahal, sementara warga Bogor tidak semuanya mampu untuk menjangkaunya, karena dahulu hanya bermodal Rp10 ribu warga sudah bisa kesana dan membawa bekal makanan. Untuk itu, pihaknya meminta Kebun Raya Bogor agar dikembalikan kepada fungsi semestinya.

“Bukan hanya GLOW saja, bentuknya apapun selama swasta yang di dalam itu harus keluar. Komitmen kami semua swasta keluar dari situ,” jelasnya.

Tjetjep menerangkan, tokoh-tokoh dan budayawan di Jawa Barat (Jabar) sudah berkumpul dan berencana untuk menemui Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Pihaknya ingin menyampaikan terkait penolakan KRB dikelola pihak swasta.

Red/LB