Sudah 1 Bulan Lapor Polisi, Kasus Kekerasan Terhadap Santri Di Tanggamus Belum Beres, Kok Bisa?

by -94 views

Lintasbogor.com, TANGGAMUS – Dugaan tidak kekerasan dan pengeniayan terhadap para pelajar kerap kali terjadi.

Baru-baru ini kejadian tersebut berulang, kali ini tindak kekerasan menimpa seorang santri bernama Bilal yang berusia 17 tahun yang sedang menimba ilmu di pesantren AL-FATAH Pekon Podo Moro Desa Mincang Kecamatan Talang Padang.

Kronologi kejadian tepatnya pada hari Kamis, 19/05/ 2022, telah terjadi tindak kekerasan terhadap Bilal yang dilakukan oleh oknum pengurus atau pengasuh pondok pesantren AL-FATAH.

Tak Terima dengan tindak kekerasan yang korban, orang tua lapor kepada pihak kepolisian. Namun hingga saat ini terhitung sudah 1 bulan dari kejadian tersebut belum ada kejelasan proses hukum dari pihak kepolisian setempat.

Menurut keterang Ayah angkat Bilal yang bernama Sulaiman membenar adanya penganiayaan terhadap Bilal saya Saat kejadian posisi saya waktu itu lagi bersih – bersih halaman rumah ada yang memberi kabar lewat telepon kalau ada anak pesantren yang kabur.

Sulaiman langsung sigap untuk mencari tau apa motif kejadian bisa kabur usut punya usut motif kejadian tersebut.

Ironisnya Bilal dengan telah menjalin cinta diketahui pernah melakukan perbuatan yang tidak diperbolehkan, yakni ciuman.

Akibat perbuatannya tersebut Hadis Muhamad bersama Agus Fatah Al Bahraaen (Pengasuh Pondok Pesantren) memberikan hukuman dengan mencambuk kurang lebih 30 kali sehingga membuat badan Bilal luka dan memar bengkak di bagian badan dan kaki tangan.

Akibat dari pemukulan itu orang tua Bilal tidak terima atas perbuatan anaknya di pukul sampai segitu parah sampai dibawa kerumah sakit untuk diperiksa dan divisum. Dari hasil visum diketahui bahwa benar adanya tindak kekerasan terhadap Bilal.

Endang Yuni asih selaku orang tua korban langsung melaporkan perbuatan tidak pidana kekerasan kepada pihak kepolisian di MaPolsek Talang Padang.

Namun setelah satu bulan laporan dibuat, belum juga ada tindak lanjut dari pihak kepolisian, “saya sangat kecewa kenapa sampai sekarang belom ada peroses saya mau mintak keadilan seadil – adil nya kepada penegak hukum yang mana anak saya suda di aniaya sampai anak saya teroma akibat perbutan tersebut, ” Pungkas Endang Yuni asih selaku orang tua Bilal

Awak media coba melakukan penelusuran atas peristiwa tersebut, dugaan tindakan kekerasan yang terjadi terhadap Bilal.
Kami coba meminta keterangan kepada Kadus RT.4 RW. 6 yang bernama Kasmudin.

“Waktu itu saya sempat kaget dan tidak percaya tapi saya liat benar ada bekas pemukulan di bagian badan Bilal, waktu itu perkara ini pernah damai dan pihak dari pelaku pemukulan sempat bertanggung jawab dilanjutkan dengan meminta maaf dan berjanji akan memenuhi permintaan dari pihak korban tapi sampai sekarang belum ada itikad baik sampai perkaya ini di tangani oleh pehak kepolisian, “Pungkas Kasmudin selaku Kadus.

Maulani