Setelah 3 Hari DiVaksin ST Warga Sridadi Wonosobo Alami Gangguan Saraf Motorik, Kok Bisa?

by -266 views

Lintasbogor.com, Tanggamus- Kegiatan percepatan vaksin di pekon Sridadi, kecamatan Wonosobo, Tanggamus gencar di galakkan melalui program jemput bola door to door, kegiatan tersebut sempat di publikasikan dan sempat diviralkan di kalangan aparat pekon beberapa waktu yang lalu.

Ibarat pepatah “malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih” inilah nasib Sutini seorang IRT warga setempat, Pasalnya Sutini mengalami gangguan saraf motorik/ strock setelah 3 hari divaksin untuk program percepatan.

Dikatakan Wasis (suami) sebelumnya Sutini baik-baik saja, setelah 3 hari divaksin mengalami sakit saraf/strock
” Sebelumnya istri saya gak kenapa-kenapa 2 hari setelah vaksin baru terlihat gejala-gejala penyakit yang timbul dan kami bawa ke rumah sakit, oleh dokter di diagnosa mengalami ganguan saraf motorik/strok” terang Wasis kepada tim AJOI di rumahnya, (Rabu, 2/2/22).

Kondisi Sutini sangat memprihatinkan dengan keadaan fisik mata sebelah kanan tidak dapat melek, jalan harus di papah dab bicarapun tidak jelas, sehingga Sutini tidak dapat lagi melakukan aktivitas sehari-hari sebagai IRT.

Wasis mengatakan selama ini pihak keluarga nya diam dan tidak mau mempublikasikan keadaan istrinya, setelah berjalan setengah bulan menurutnya belum ada perhatian khusus dari pihak pemerintah pekon maupun pemerintah kabupaten.
” Setelah kondisi istri saya seperti ini, semua pihak terkesan diam dan tutup mata, dimana tanggung jawab mereka semua, jangankan kabupaten pemerintah pekon pun acuh tak acuh,” tandasnya kesal.

Sementara dari pihak puskesmas sudah melakukan homecare dengan mengontrol dan memeriksa keadaan Sutini.

Senada dengan bapaknya Bayu menceritakan kronologis kegiatan vaksinasi dari pekon.
” Sekitar jam 3.30 datang bidan desa dengan panitia covid pekon, saya dan istri setelah dinyatakan sehat kami di vaksin, sementara ibu saya takut karena ada darah tingginya, pada kesempatan itu ibu saya hanya minta tolong untuk di tensi saja dan menolak untuk vaksin karena tensinya ternyata 180/90, sementara menurut bidan itu normal sedangkan ibu saya itu normalnya biasanya 160/90, bahkan bidan itu meyakinkan kami jika terjadi apa-apa dirinya akan bertanggungjawab,” terangnya

Dengan keterpaksaan dan di yakikan dengan pernyataan bidan tersebut Sutini memberanikan diri untuk di vaksin.
” Awalnya tidak apa-apa setelah hari kedua ibu saya mulai merasa tidak enak badan dan ambruk saya bingung, saya berupaya minta solusi ke pak kepala bukannya di terima dengan baik malah ngomel, akhirnya kami bawa ibu ke rumasakit tanpa pendampingan dari pihak pekon, hanya di dampingi bidan desa pekon tetangga,” tambahnya.

Kekesalan dan penyesalan tampak pada keluarga Wasis, hal ini disampaikan Bayu kepada tim AJOI.
“Buat apa mburu-buru warga masyarakat untuk vaksin bahkan terkesan memaksa, giliran ibu saya seperti ini gak ada tanggung jawabnya,” tutupnya.

Di tempat berbeda saat ditemui tim AJOI bidan desa membenarkan tensi darah sutini 180/90 setelah konsultasi dengan dokter maka Sutini di perbolehkan untuk vaksin.

Suwandi kepala pekon setempat membenarkan adanya kedatangan Bayu ke kantor pekon tapi dirinya tidak pernah memarahinya.
” Ya memang benar waktu itu Bayu menghadap dan saya tidak marahi dia, saya cuma ngomong saya kan kepala sementara yang nyuntik kan bidan masak saya suruh tanggungjawab ya sana minta sama bidan yang nyuntik, hanya itu yang saya ucakan sama Bayu,” terang Wandi.

Saat di tanya dimana pihak pekon selama ini, sementara di ketahui dalan Dana desa ada poksi 8% untuk penangan covid, Wandi hanya menjelaskan bahwa dirinya pribadi sudah membesuk dirumasakit menyeuruh aparatnya menjenguk ke rumah Wasis.
” Ya andakan tau dana 8% anggaran buat covid sudah habis, kegunaannya untuk beli perlengkapan covid dan untuk membiayai konsumsi makan minum dan rokok petugas pada waktu melakukan vaksinasi masal di pekon dan itu gak cukup sekali dua kali Lo mas, emang mau ngambil dari mana masak suruh nombok,” tambahnya.

Dikatakan pula jika memang keluarga Wasis membutuhkan bantuan tahun 2022 pihak pekon akan menganggarkan.

maulani