Rumah Produksi Kompos Di Desa Leuwi Nutug Di Kunjungi Sek Dis DPMPD Kabupaten Bogor

by -99 views

Lintasbogor.com, Citeureup Sampah dan limbah rumah tangga saat ini menjadi perhatian dalam penanggulangannya, karena limbah tersebut sangat mengganggu terutama dari bau dan gundukannya. Masalah sampah dan limbah rumah tangga ini perlu sebuah solusi dan penanganan yang serius, maka dari itu pemuda kreatif di Desa Leuwi Nutug yang tergabung dalam Taruna Tani berinisiatif mengolah sampah dan limbah rumah tangga itu menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat. Dan terwujudlah Rumah Kompos dan budidaya maggot yang mereka namakan Warung Apung. Dan warung apung ini semakin berkembang dan sudah seringkali menjadi bahan percontohan dan tempat pelatihan untuk daerah dan wilayah lainnya khususnya di Kabupaten Bogor.

Taruna Tani Warung Apung dan rumah produksi kompos akan menerima kunjungan dari 120 peserta pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos, budidaya Maggot dan ikan lele selama tiga hari. Peserta pelatihan tersebut berasal dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, tepatnya dari Aceh Utara.

Dalam kesempatan ini Sekdis DPMPD melakukan kunjungan ke rumah produksi kompos tersebut, yang mana dalam kunjungan itu beliau didampingi oleh Sekretaris Desa Leuwinutug.

“Pengolahan sampah organik menjadi kompos adalah sangat penting untuk mengurangi volume sampah. dan gerakan ini harus juga diikuti oleh desa desa lain yang ada di Kabupaten Bogor.
Saya akan ajak seluruh BUMDES untuk bisa juga mengolah sampah menjadi kompos. seperti yang sudah dijalankan oleh Taruna Tani Warung Apung yang berlokasi Di Desa Leuwinutug Kecamatan Citeureup ini. Sebab kompos itu pada akhirnya akan memiliki nilai ekonomis dan bisa meningkatkan taraf hidup bagi masyarakat sekitarnya, dan bagi BUMDES bisa mengelola hasil dari warung apung ini”. Kata Agus Purnomo selaku Sekdis DPMPD.

“Dalam waktu dekat akan saya bawa Forum BUMDES  Kabupaten Bogor untuk belajar Pembuatan kompos, ternak Maggot dan ikan lele disini. Supaya BUMDES lain tidak kehilangan kesempatan memperoleh penghasilan sekaligus mengurangi volume sampah di Kabupaten Bogor.” Tambah Agus Purnomo menjelaskan rencananya.

Reported by Gesni Sukarno
Editor : Firly Nugraha