Rehabilitasi SDN 1 Dadapan Tanggamus Diduga Ada Bangunan Siluman, Kok Bisa?

by -361 views

Tanggamus Lintasbogor.com Undang-Undang Nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) menjadi pedoman pemerintah untuk memberikan keterbukaan informasi terhadap masyarakat.

Namun UU KIP sering kali tidak dilaksanakan oleh beberapa orang termasuk diantaranya fakta yang terjadi pada pelaksanaan RAB Rehabilitasi SDN 1 Dadapan Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung yang diperoleh dari DAK.

Pasalnya Rehabilitasi di SDN 1 Dadapan Tanggamus yang sedang berjalan tidak ada keterbukaan informasi publik terkait RAB. Bahkan lebih ironisnya seorang Kepala Sekolah SDN 1 Dadapan selaku pimpinan sekolah yang sedang direhab mengaku tidak mengetahui sedikitpun tentang RAB Rehabilitasi yang sedang berlangsung di Sekolahnya.

Saat awak Media Lintasbogor.com meminta penjelasan kepada kepala Sekolah (Darmi) mengaku tidak tau apapun tentang RAB Rehabilitasi ini .

“Saya kan kepala sekolah baru, jadi yang tau prosesnya hingga cair dana itu adalah kepala sekolah sebelum saya yaitu berinisial KD, kontraktor nya NRM, pelaksananya AG. Anehnya saya minta kontak mereka yang menjadi penanggung jawab tidak dikasih. Saya hanya tau sekolah akan direhab gitu aj”Ujar Darmi.

Selaku kepala sekolah SDN 1 Dadapan Saya bersyukur dengan adanya pembangunan (Rehab) ini, meskipun proses pembangunan atau rehab yang gak jelas alias bangunan siluman. Kondisi sekolah yang sudah memprihatinkan tau-tau ternyata udh mau proses rehab. Tapi sejujurnya saya masih bertanya-tanya tentang prosesnya kok gak boleh kenapa gitu” Tutup Darmi dengan nada kecewa.

Usut punya usut saat awak mendalami informasi tentang pembangunan ruang kelas uang bersumber dari dana (DAK) berupa fisik anggaran tahun 2021 yang di alokasikan ke SDN 1 Dadapan terindikasi kurang maksimal dan diduga carut – marut pasal nya saat awak media melakukan investigasi ke lokasi. Awak media sempet merekam proses pengerjaan dimana para pekerja sedang melakukan pembangunan ruang sekolah yang berjumlah kurang lebih 6 orang.
saat di konfirmasi kepala tukang penggunaan pasir dan semen di adukan berkisar 1 sak semen 5 Angkong pasir.

Ditempat berbeda awak media bertemu konsultan proyek tersebut (NOVI). Saat diminta keterangan terkait adukan pasir dengan semen 5/1.

“Ini sebenarnya kurang bagus dan menyalahi aturan, apa lagi pasir nya berwarna kuning mengandung lumpur. Adukan bagus itu antara pasir dan semen adalah 3/1″Tutur Novi.

Reporter : Maulani