PEMERINTAHAN PEKON AIR BAKOMAN ADAKAN MUSDESUS DESA KHUSUS DATA TERPADU KESEJAHTERAAN SOSIAL

by -354 views

Lintasbogor.com, Tanggamus – Pekon mendapatkan data BNBA By Name By Addres untuk dapat diverifikasi oleh aparat Pekon apabila terdapat nama-nama orang yang meninggal dunia, PNS, pindah, atau orang yang sudah mampu untuk tidak dimasukkan lagi ke data tersebut.

Musyawarah ini di hadiri oleh aparat, pejabat pemerintah kecamatan Pulau Panggung yang di wakili oleh kasie kesra Sukaisi, kepala Pekon Air Bakoman dan instansi lain: BHP, LPM, PKK, Pendamping, PKH, Kadus, RT, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat,bTokoh Pemuda Tokoh Adat, rapat tersebut di pimpin langsung oleh ketua BHP.

“Perserta yang hadir di acara Musdesus hari ini Selasa 30-11-2021 Lebih dari 80 orang, kepala Pekon Air Bakoman kecamatan Pulau Panggung Heriyanto menyampaikan kepada awak media ,”Saya sengaja mengundang masyarakat ramai agar masyarakat saya mengerti dan pintar,“tuturnya

Tujuan Musyawarah ini untuk menetapkan data DTKS yang sesungguhnya atau yang sebenar-benarnya dan ril yang ada di Pekon tersebut. Alhamdulillah Pekon Sekecamatan Pulau Panggung telah melaksanakan Musdesus DTKS dengan lancar tetapi masyarakat masih mengeluhkan terkait bantuan PKH dan BPNT.

Menurut masyarakat Air Bakoman juga menyampaikan kepada awak media,”Kalau saja kami yang mendapatkan bantuan PKH, BPNT sering kali terlambat tidak jelas kapan keluarnya, menurut masyarakat ketika di tanya kepada pihak pendamping. Para pendamping menjawab dengan Simpel jawabnya kami tidak tau, dan masyarakat juga merasa kecewa kepada pihak e warung, karena barang yang mereka terima tidak sesuai,“ujarnya.

Kepala Pekon Air Bakoman menambahkan kepada awak media,” Musdesus hari ini kebetulan di hadiri oleh pendamping PKH Kecamatan, menurut beliau bertanya ke pendamping PKH namun beliau merasa tidak cukup puas dengan jawaban pendamping PKH, yang saya pertanyaan itu warganya menerima kartu ada uangnya ke mauan warga yang mendapatkan bantuan BPNT itu bisa memilih atau tidak barang yang diterima itu, karena masyarakat sering mengeluhkan kepada saya sebagai kepala Pekon, warga merasa tidak puas dengan barang yang mereka terima, keluhan warga setiap mereka dapat bantuan mereka mendapat kan itu-itu aja, seperti beras, terong yang sudah busuk kacang, buncis yang tua-tua ayam putih saat di timbang tidak sampai1kg, menurut kepala Pekon pihak pendamping tidak bisa menjawab seperti itu, saya merasa tidak puas, dengan ke tidak kepuasan saya, saya berjanji kepada masyarakat saya, saya akan cari tau aturan yang sebenarnya seperti apa,”imbuh Kepala Pekon.

Maulani