Oknum Pengurus Pesantren Diduga Melakukan Kekerasan Terhadap Muridnya, Begini Keterangan Orang Tua Korban

by -352 views

Depok, Lintasbogor.com – Lembaga Pendidikan Agama yang menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi para peserta didik merupakan alasan utama mengapa walimurid. Namun dalam hal ini Pondok Pesantren yang seharusnya mendidik untuk pembelajaran Ramah Anak serta memastikan terciptanya Pesantren yang memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitar.

Harapannya agar anak betah, khushuk beribadah, senang belajar, bermain dan berinteraksi sebagai upaya pencegahan kekerasan terhadap Anak.

Terpantau awak media bahwasanya Pondok Pesantren (QN) yang berlokasi di Cipayung Depok Jawa Barat.

Terdengar kabar yang kurang baik, yaitu dalam melakukan Pengawasan oleh para pengurus Pondok Pesantren terhadap para Santrinya dengan cara kurang Manusiawi .

Hal tersebut terbukti dengan menyusul adanya beberapa Kasus Kekerasan terhadap para Santri yang berujung pengaduan Wali santri pondok pesantren (QN)

Dalam Pasal 4 Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, diamanatkan bahwa Pesantren memiliki fungsi pendidikan.

Saat di konfirmasi media, Sandi Maelas salah seorang Pengurus Pondok Pesantren QN mengatakan semua Permasalahan sudah selesai karena ini merupakan Intern pondok Pesantren dan Wali santri,”ujarnya. Selasa (04/01/2021).

Menurut pengakuan Sandi anak Santri ini tidak sakit, dan oknum Pengurus tidak memukul Santri tapi hanya di tegur karena menelpon orang tuannya belum waktunya,ungkapnya.

Berbeda dengan yang di ungkapkan salah seorang Wali Santri sebut saja (SP) mengatakan,

“Saat kejadian itu Anak Saya tidak sedang menelpon, tapi Anak saya dari atas Pondok Pesantren Jendela lantai 3 sedang berbicara dengan Ayahnya yang berada diluar Pondok sambil menangis ,”ungkapnya.

Kemudian istri Saya masuk kedalam dan menanyakan kepada anaknya, ia mengatakan di Pukul Pengurus Pondok Pesantren,”jelasnya.

Hingga berita ini tayang, pengurus pesantren QN tidak memperkenankan kami dari awak media Lintas untuk meminta keterangan kepada Oknum Pengurus yang telah melakukan Kekerasan terhadap Santri QN, dengan alasan tidak dapat di temui Media karena ini masalah Internal Pondok Pesantren Qotrun Nada

Herman Koto