Kota Bogor Masuk PPKM Level 1, Ini Kata Bima Arya

by -121 views

Bogor, Lintasbogor.com – Kota Bogor dengan status Covid-19 terus membaik bahkan info terkini berada di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 bersama DKI Jakarta, kota dan kabupaten Tangerang, juga Kabupaten Bekasi. Sementara Kabupaten Bogor masih berada di level 3.

Hal ini diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 53/2021 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1, yang diteken Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Senin (1/11/2021).

“Level 1 di Jawa Barat, yakni Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran,” bunyi keputusan itu.

Sebelas wilayah di Jawa Barat lainnya berada di level 2 yakni, Kota Sukabumi, Cirebon, Bekasi, Bandung, Depok, Cimahi, juga Kabupaten Karawang, Ciamis, Bandung Barat, Sumedang, dan Kabupaten Subang.

Sedangkan, wilayah Jawa Barat yang masih berada di level 3 yakni Kabupaten Bogor, Tasikmalaya, Sukabumi, Kuningan, Purwakarta, Indramayu, Cirebon, Cianjur, Garut dan Kabupaten Bandung.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya menyebutkan, saat ini kasus penyebaran Covid-19 di Kota Bogor terus melandai. Kata dia, pasien Covid-19 yang dirawat tinggal belasan orang. Jumlah itu menurun jauh dari awal PPKM yang mencapai 100 kasus per hari.

Menurutnya, Dengan melandainya kasus Covid-19 di Kota Bogor ditunjukan dengan data penambahan pasien baru yang menyentuh angka satu dan zero kasus perharinya. Ditambah, angka BOR saat ini pun terhitung sangat kecil dengan kurang 3%.

Oleh karena itu, selama angka-angka ini belum menunjukan tren naik, maka semua kegiatan berjalan seperti biasa seperti yang sudah tertuang dalam kebijakan PPKM Level 2.

“Jadi selama tidak ada lonjakan kasus maka semua (aktivitas) berjalan tetap normal,” ucap Bima Arya pekan lalu.

Saat ini, dilanjutkan Bima Arya, target pihaknya adalah ekonomi recovery yang diiringi dengan kesadaran prokes. Untuk itu, pihaknya tidak akan melakukan pengetatan atau pembatasan aktivitas di masyarakat.

“Sekarang berjalannya sudah baik dan sudah seimbang, jadi enggak mungkin kita lakukan pengetatan ataupun pembatasan ketika data-datanya baik, ini data-data Covid-19 nya kan baik,” ujarnya.

Red/AdiLb