Kini Tertangkap Lagi 1 Buronan Pembunuhan dan Perampokan Toko Emas Gaya Baru Kosambi Bandung

by -19 views

Lintasbogor.comBANDUNG – Polisi kembali berhasil menangkap satu lagi pelaku perampokan dan pembunuhan pemilik Toko Mas Gaya Baru Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kosambi, Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.

Berjumlah tiga orang yang diduga sebagai pelaku perampokan dan pembunuhan pemilik Toko Mas Gaya Baru pada Senin, 20 September 2021, lalu, yakni berinisial S, A, dan Y.

Dengan tertangkapnya A, berarti telah dua pelaku kasus perampokan disertai pembunuhan telah ditangkap polisi. Sebelumnya, satu pelaku, berinisial S ditangkap anggota linmas Kelurahan Kebon Pisang dan warga pada Senin (20/9/2021) dini hari. Saat ini, polisi masih memburu satu pelaku lagi, berinisial Y.

Sebelumnya pelaku S diamankan warga di lokasi kejadian. Sedangkan A dan Y berhasil melarikan diri.

“Sudah kita amankan satu pelaku lainnya, kini kita mengejar satu pelaku lainnya,” kata Kapolsek Sumur Bandung Kompol Septa Firmansyah, Senin, (27/09/21).

“A ditangkap di Kebumen, Jawa Tengah, ia kabur usai menggasak isi toko emas dan barang-barang. Namun ia mengaku belum menjual emas yang dicurinya. Saat ini pelaku A sudah ditahan di sel Mapolsek Sumurbandung, masih diperiksa dan dimintai keterangan,” kata Kapolsek Kompol Septa Firmansyah, Senin (27/9/2021).

Kompol Septa menyatakan, “Pelaku A berperan sebagai sopir mobil yang mengantar dua pelaku lain, S dan Y ke lokasi kejadian, toko emas Gaya Baru pada Minggu (19/9/2021) menjelang tengah malam.”

“Dari tersangka S kami mengamankan barang bukti dua kalung dan liontin. Namun kami belum bisa memastikan apakah dua kalung dan liontin itu emas atau imitasi. Kami akan mengecek keasliannya ke ahli emas. Kami juga belum tahu nilainya berapa,” kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung, Rabu (22/9/2021).

Ditanya apakah para pelaku itu benar merupakan teknisi CCTV, AKBP Rudi Trihandoyo menyatakan, itu hanya modus operandi pelaku agar bisa masuk ke toko korban. Sebenarnya, tiga pelaku, S, A, dan Ya, bukan teknisi CCTV.

“Itu modus saja, mereka bukan teknisi CCTV, jadi mereka itu mendatangi toko korban dan menawarkan memasang CCTV, saat di dalam mereka malakukan pembunuhan dan pencurian,” ujar AKBP Rudi Trihandoyo.
(*Red/TJc)