Karena PERBUP Para Pejuang PAD 3K2L Adukan Nasibnya Ke Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor

by -138 views

Bogor, Lintasbogor.com – Ketua kumpulan kelompok katagori Dua lintasan, (3K2L) RONNY panggilan akrab, bersama anggotanya 20 orang yang mewakili 103 anggota pejuang pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten Bogor. yang mulai dari tahun 2003 sebagai pemungut retribusi parkir jalan lintas mengadukan nasibnya kepada komisi IV, DPRD KAB.BOGOR, pasalnya, dianggap dinas perhubungan kabupaten Bogor memutuskan para pemungut retribusi secara sepihak dan tanpa solusi dikarenakan dengan dikeluarkannya peraturan Bupati (PERBUP) yang baru.

Berdasarkan PERBUP itu maka mereka para pemungut retribusi yang sudah belasan berjalan dianggap PUNGLI, padahal mereka telah mendapat izin atau surat tugas sebagai pemungut jalan lintas ban bahkan telah mengikuti peserta calon PNS, yang di sesalkan RONNY andai PERBUP tersebut dikatagorikan PUNGLI berarti selama belasan tahun ini mereka, telah di LEGALKAN dan juga atas dasar surat tugas mereka diajarkan untuk melakukan PUNGLI, keluh RONNY didepan Komisi IV dan disaksikan para petinggi DISHUB.

Lebih lanjut dijelaskan RONNY sebagai ketua kumpulan berkata, “Pemerintah dalam hal ini khususnya Dinas Perhubungan menyadari bahwa anggotanya selama belasan tahun telah berjasa dalam penambahan PENDAPATAN ASLI DAERAH ( PAD ) tetapi jasa mereka seakan tidak dilihat dan dengan adanya perbup baru mereka seakan diusir begitu saja dan bahkan POS mereka yang biasa untuk tempat memungut tersebut yang dibangun dari uang sendiri tanpa bantuan dari DISHUB dihancurkan” kata RONNY agak kesal.

Selanjutnya mengatakan lagi selayaknyalah para anggotanya para anggotanya yang selama ini berjuang untuk PAD diberi penghargaan dan bukan diberhentikan dengan begitu saja padahal harus diakui bahwa mereka pernah berjasa kepada pemerintah.

Tetapi anehnya dan menjadi pertanyaan para pemungut retribusi yang lama yang telah diberhentikan tersebut, melihat pihak DISHUB merekrut orang baru untuk sebagai pemungut, dan yang menjadi pertanyaannya kembali kenapa tidak orang yang lama karyakan kembali.

Konfirmasi pada salah satu petinggi DISHUB dan yang tidak mau disebut namanya mengatakan, “Dengan adanya PERBUP yang baru maka dibuat aturan yang dipungut parkir adalah kendaraan yang berhenti dan bukan yang lintas dan kami juga telah memberi peluang kepada mereka untuk mencari wilayah khususnya kendaraan yang berhenti saja” jawabnya singkat.

Sumber : Ade
Editor : Adi