Depcolector Pinjaman Online Meneror Dan Mengancam Seorang Mahasiswi Di Bogor

by -80 views

Lintasbogor.com, Bogor, Pinjaman Online (pinjol) alih alih akan menyelamatkan kuliahnya, malah menyesatkan dan menteror seorang mahasiswi perawat di Bogor dan kuliahnya pun terancam putus .
Amel seorang mahasiswi Akademi Perawat Bogor , dalam seminggu ini tengah mengalami teror yang sangat menggangu kehidupannya.

Pinjaman yang digunakan untuk pembayaran biaya kuliah sebesar 6 juta lima bulan yang lalu, kini mulai berbuah ancaman dari para penagih hutang. Amel mahasiswi yang kini menjadi korban pinjol terjerat bunga yang luar biasa tinggi. Bayangkan saja Pinjaman awal sebesar 6 juta walaupun sudah diangsur dengan cicilan dalam lima bulan ini sang mahasiswi harus menanggung total bunga dan pokoknya sebesar hampir 50 juta. Sungguh mengenaskan bunga yang diterapkan oleh pinjol menjeratnya,
Mahasiswi Akademi Perawat itu dengan mata yang berkaca kaca menceritakan kepada awak media ketika menceritakan yang dialaminya mengenai pinjaman online 6ang menjeratnya. Dia tak tahu harus bagaimana, sementara teror dan ancaman dari penagih terus berdatangan lewat Ponsel miliknya.
saya sudah kehabisan akal karena bunga yang sangat mencekik, Dia mencontohkan satu tagihan yang diterima angsuran sebesar Rp 500 000,00 bunga Rp 90 000,00 Biaya layanan Rp 490 000,00. Biaya layanan itulah yang sangat memberatkan dirinya sehingga tidak mampu membayar lagi pinjaman onlinenya, juga biaya layanan yang begitu besar dan memberatkan itu tak ada penjelasannya.

“Saya terancam tak bisa membayar kuliah di semester sekarang karena uang saya habis untuk membayar angsuran pinjol, semester lalu yang sangat menguras uangnya. sehingga saya gak bisa menyisihkan uang untuk membayar uang kuliah semester sekarang.
Saya gak tahu harus bagaimana menghadapi kejadian ini. Saya mohon bantuan dan arahan untuk dapat menyelesaikan masalah saya hingga tuntas. mental saya rusak oleh ancaman dan hinaan yang dilancarkan oleh penagih pinjol.” Kata Amel

Laila ,Orangtua dari korban pinjol juga membenarkan jika anaknya menjadi korban pinjol berbunga sangat tinggi.
“Tadinya anak saya pinjam untuk membayar biaya kuliah. Beberapa bulan kemudian pinjaman yang 6 juta membengkak menjadi hampir 50 juta.
Laila mempertanyakan bagai mana mungkin pemerintah memberikan izin pinjol menerapkan bunga yang mencekik, belum lagi hinaan dan ancaman dan akan mempermalukan anaknya yang tidak bisa bayar hutang.
Kepada seluruh kontak yang ada di ponsel anaknya.

LU LIAT YA TAI DI JAM 4 SORE INI GA LU BAYAR UTANG LU GUA SCREENSHOOT CHAT INI GUA KIRIM KESEMUA KONTAK LU YA KARNA LU SETUJU SEMUA KONTAK LU GUA MAKI MAKI ANJING!!
Itu makian dan ancaman yang dikirimkan ke whatssapp Amel korban dari pinjaman online.

Sungguh tak berperikemanusiaan kelakuan para penagih pinjol ini, saya harap ada pihak yang dapat membantu anak saya pihak polisi atau siapa saja supaya anak saya terbebas dari jerat pinjol yang seolah membantu malah menjerumuskan anak nya.” Imbuh Laila orang tua dari Amel

“Saya harap pemerintah tidak mengizinkan praktek pinjol yang tak beretika dan menerapkan bunga tinggi juga tidak menghargai nilai nilai kemanusiaan.
Saya juga berharap yang berwajib juga dapat mengungkap peristiwa ini dan membongkar jaringan pinjol yang sungguh tidak menghargai dan tidak berperikemanusiaan dalam menagih kepada konsumen.”
Demikian Ibu Laila mengakhiri penjelasannya.

Saat ini korban belum berani melapor pada pihak yang berwajib, karena diancam oleh penagih pinjol tersebut.

@ Gesni Sukarno
Editor Firly Nugraha