Danrem 061/SK Menghadiri Undangan Kegiatan Yayasan PETA

by -17 views

Lintasbogor.com– Bogor, Berada di Wilayah Kota Bogor atau tepatnya di Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Museum Peta memiliki sejarah panjang tentang para pejuang tanah air yang pernah tergabung dalam Laskar PETA ( Pembela Tanah Air ). Tentara Sukarela Pembela Tanah Air (Peta) dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943 oleh panglima tertinggi tentara ke enambelas (Rikugun) Jepang yang menguasai wilayah Jawa dan Madura. Pada awalnya, pasukan ini hanya disebut “Tentara Sukarela”. Keterangan tersebut disampaikan oleh Brigjen TNI Achmad Fauzi S.I.P.,M.M. selaku Komandan Korem 061/Suryakancana kepada awak media usai menghadiri undangan kegiatan Yayasan PETA bersama Mantan Panglima TNI Laksamana (Purn) Agus Suhartono, Kadisjarah Brigjen TNI Rohmat Setia Wibisono , Karoum Unhan Brigjen TNI Dr Priyanto (mewakili), Ketua Yayasan PETA Bapak Tinton Soeprapto, Sejarawan Yapeta Bapak Rusdi Husein, Ibu Ning.Zulaicha selaku Sekjen Yapeta serta para tamu undangan lainnya. Senin (27/9).

” Kyoudo Bouei Giyuugun atau yang lebih kita kenal dalam bahasa Indonesia yaitu Tentara Sukarela Pembela Tanah Air atau PETA menurut catatan sejarah adalah kesatuan militer yang dibentuk oleh Jepang di Indonesia dalam masa pendudukan Jepang. Tentara Pembela Tanah Air dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943 berdasarkan maklumat Osamu Seirei No 44 yang diumumkan oleh Panglima Tentara Ke-16, Letnan Jenderal Kumakichi Harada sebagai Tentara Sukarela. Peta memiliki peran penting untuk menjaga kemerdekaan bangsa Indonesia meski awalnya bertugas membantu Jepang dalam peperangan Asia Timur Raya dan tempat Pelatihan pasukan Peta yaitu dipusatkan di kompleks militer Bogor yang diberi nama Jawa Bo-ei Giyûgun Kanbu Resentai.” Tambah Danrem dalam keterangannya.

Kembali Danrem menjelaskan bahwa Museum Pembela Tanah Air (Museum PETA) merupakan museum yang didirikan untuk memberikan penghargaan kepada mantan tentara PETA atas kontribusinya dalam pendirian bangsa dan negara, yaitu pada tanggal 14 November 1943. Selain itu, museum yang terletak di Kota Bogor ini juga didirikan untuk memberi gambaran perjuangan kemerdekaan Indonesia dan persiapan dalam mengisi kemerdekaan. Tentara PETA telah berperan besar dalam Perang Kemerdekaan Indonesia, dan PETA banyak dianggap sebagai salah satu cikal bakal dari Tentara Nasional Indonesia. Veteran-veteran tentara PETA telah menentukan perkembangan dan evolusi militer Indonesia, antara lain setelah menjadi bagian penting dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat, Tentara Republik Indonesia (TRI) hingga akhirnya TNI.

” Sejarah museum peta ini tidak hanya sekedar tentang berdirinya saja, akan tetapi banyak hal lainnya yang dapat kita ketahui di museum ini yang tentunya berkaitan dengan tentara sukarela pembela tanah air. Saya sendiri sejak awal mengunjungi museum ini telah banyak mendapatkan informasi terkait sejarah PETA. Disini tentunya banyak hal yang bisa kita jadikan pelajaran, khususnya tentang mempertahankan tanah air, tentang menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, dan lain sebagainya.” Ujar Danrem lagi.

Intinya, sebagai generasi penerus bangsa melihat sejarah perjuangan para pahlawan Bangsa atau para tokoh nasional yang pernah tergabung dalam PETA diantaranya Presiden Soekarno, mantan presiden Jenderal Besar TNI Soeharto, Jenderal Besar TNI Soedirman, Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani, dan lainnya,
tentunya kita harus dapat memanfaatkan waktu dan kesempatan yang kita miliki saat ini untuk melakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara serta untuk melanjutkan cita-cita para pejuang bangsa, yang tentunya dengan cara dan kemampuan kita masing-masing. kita harus sama-sama saling bersinergi menjaga bangsa ini dari segala apapun yang dapat menghancurkan bangsa. Dan tugas ini adalah tugas kita bersama. Pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Yayasan Peta juga memutar film secara singkat tentang sejarah PETA.
Dan terkait tentang sejarah Museum Peta sesuai Diafragma yang ada di dalam museum tersebut, penjelasannya disampaikan oleh Pemandu Sejarah Museum Peta.

Sumber : Penrem 061/SK
Redaktur : Hasan