Catatan Rohmat Selamat “Urgensi Masalah Keadilan bagi Petani di Lingkarsawit Morowali Utara”

by -26 views

Morowali Utara, Lintasbogor.com Konflik lahan masyarakat petani sawit dengan perusahaan, akhir-akhir ini menjadi sorotan publik. Yang paling gres, adalah kasus Gusman, seorang petani sawit, warga Desa Koroasu, Kecamatan Mori atas, Kabupaten Morowali Utara. Gusman ditahan, karena dituduh mencuri buah sawit dari lahan miliknya sendiri.

Ironis memang, potret buram ketidak adilan yang dipertontonkan di negeri yang katanya gemah ripah loh jinawi ini.

” Bahwa apa saja, yang ada di atas lahan saya, itu milik saya dan perlu saya tegaskan di sini saya tidak mencuri, karena buah sawit yang saya ambil itu tanaman yang ada di atas lahan saya yang mana surat-surat tanah, PBB ada,” keluh Gusman, Jumat (03/09/2021) dengan nada kesal.

Kisah Gusman tersebut adalah tragedi, tragedi kita bersama. Ketika masyarakat berteriak karena tertindas, banyak yang memilih bungkam, walau sebenarnya nurani bergolak ingin membela mereka, namun tiada berdaya ketika harus berhadapan dengan cengkeraman tangan-tangan kuat, yang turut menikmati gurihnya sawit, yang konon orang menyebutnya dengan emas hijau ini.

Kini masyarakat butuh kehadiran pemerintah pusat, untuk bisa melihat seluruh masyarakat yang ada di seputaran lingkar sawit,
Tetapi ketika ketidakadilan menerpa, semua bungkam kini wajah sendu terlihat di kalangan masyarakat lingkar sawit karena haknya diduga kuat dirampas oleh Perusahaan.

Harapan masyarakat adalah bantuan Hukum, salah satunya Posbakum PWRI yang sekarang terjun kepada masyarakat bak magnet dan bertindak membela dan melindungi masyarakat yang merasa tertindas.

Berangkat dari kasus Gusman, jika keadilan tidak bisa dirasakan oleh masyarakat, kasus ini akan kami bawa terus sampai menjadi isu nasional, kita bawa dan perjuangkan ke pusat supaya keadilan bisa dirasakan oleh masyarakat.

Menurut pandangan saya sebagai Kuasa Hukum, bahwa kejadian ini jangan sampai menghilangkan rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia di bumi Pertiwi, khususnya di Morowali Utara yang merupakan bagian dari NKRI.

76 tahun Indonesia merdeka, masih banyak pekerjaan rumah di 76 tahun usia kemerdekaan Republik Indonesia. Saat ini urgensi masalah keadilan bagi petani di lingkar sawit Morowali Utara, yang butuh bantuan Bapak Presiden Republik Indonesia.

Mereka para Petani yang berada dalam lembah ketidakadilan, sengketa lahan dan perampasan tanah secara ekstrem. Kemudian juga anak-anak petani akan menghadapi ancaman lost land atau generasi yang tanpa memiliki lahan.

Petani lingkar sawit butuh turun tangan Presiden Jokowi untuk bisa membantu menyelesaikan permasalahan di Morowali utara ini.

Sumber : Advokat Tim Posbakum PWRI

Editor : Adi