Bentuk Peduli Anak & Perempuan, Yayasan Warga Upadaya Bogor Gelar Acara Pemetaan Isu Perkembangan Anak Usia Dini

by -128 views

Lintasbogor.com, Bogor – Menindaklanjuti program yang dilaksanakan oleh Warga Upadaya, terutama yang terkait dengan Isu
Perlindungan Anak dan Perempuan, serta untuk mendapatkan data terkini dari kejadian/ kasus yang
terjadi di tengah-tengah masyarakat, Yayasa Warga Upadaya Bogor Gelar acara “Pemetaan Isu Anak”, Selasa (15/3/2022)

Dengan mengusung tema “Pemetaan Isu Isu Pengembangan Anak Usia Dini, acara ini berlokasi di CICO RESORT Cimahpar Bogor Utara kota Bogor.

Dalam hal ini Yayasan Warga Upadaya Bogor menjadi inisiator dan penyelenggara
Bpk F. Eko. Eriyanto (pimpinan proyek warga Upadaya).

Tutut mendukung acara ini, diantaranya :
BMM ( Badan Musyawarah Masyarakat)
Kelurahan pamoyanan, Kelurahan Cikaret,
Kelurahan Pakansari, Kelurahan Harapanjaya dan Kelurahan Sukahati.

Ditemui di lokasi kegiatan, Hilman (Narasumber acara) mengatakan, Selain sebagai bentuk Peduli Mengenai Pengembangan usia dini ( golden age), remaja dan prilaku masyarakat dan permaslahan di wilayah kelurahan tersebut harapannya agar adanya acara ini dapat edukasi yg terus menerus dr diri kita sendiri dan melalu kader kader di wilayah serta semboyan BATAGOR ( Ibu anak Tangguh Kota Bogor) yg di bantu oleh aparat aparat kelurahan yg bekerja sama dengan puskesmas untuk anak usia dini dan

Ditempat berbeda dr. F. EKO ERIYANTO selaku pimpinan proyek Warga Upadaya Bogor mengatakan, “Harapan kami meningkatnya kapasitas masyarakat untuk mengadvokasi dan bertindak dalam isu-isu pengembangan anak usia dini
Melalui mapping atau pemetaan diharapkan ada aksi masyarakat yang disetujui pemangku kepentingan untuk ditindaklanjuti dalam penanganan isu pengembangan anak usia dini.
Aksi masyarakat didefinisikan sebagai aksi kolaboratif untuk merespon isu-isu pengembangan anak, misal kampanye, pertemuan dengan pemerintah daerah, dan kegiatan lain yang dirancang untuk mendukung pengembangan anak usia dini,” Ujarnya.

Eko menambahkan Sebagai contoh dalam penanganan permasalahan stunting perlu peran aktif dari berbagai pihak. Bukan hanya tugas dan tanggung jawab dari Dinas kesehatan atau puskesmas/layanan kesehatan lain namun diperlukan juga peran aktif setiap lembaga guna mendukung penekanan/pencegahan stunting.

Reporter : Hernawati