Al-Qur’an Sumber Utama Ajaran Islam

by -233 views

Allah SWT menurunkan ayat pertama Al-Quran pada bulan Ramadan. Meski ada sejumlah perbedaan, namun mayoritas ulama berpendapat 17 Ramadan –13 tahun sebelum hijriah– dipercaya sebagai malam Nuzulul Quran (turunnya Al-Quran). Sebagian meyakini tanggal tersebut bertepatan dengan 10 Agustus 610 masehi.

Al-Quran diturunkan oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril kepada Muhammad SAW di Gua Hiro, Mekkah. Setelah itu Alquran turun berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun.

Sebagian meriwayatkan Al-Quran turun selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Selama itu, Alquran difirmankan Allah kepada Muhammad sebanyak 30 juz atau 114 surat atau sekitar 6666 ayat. Al-Quran turun di dua tempat, yaitu di Mekkah (yang kemudian ayatnya disebut Makkiyah) dan Madinah (disebut ayat Madaniyah).

Turunnya firman Allah yang pertama sekaligus menandakan ‘pelantikan’ Muhammad menjadi seorang nabi. Kala itu, Nabi Muhammad terbujur kaku melihat Jibril yang diriwayatkan memiliki sayap yang terbentang dari ufuk Barat hingga ufuk Timur. Pertemuan antara keduanya menghasilkan dialog singkat yang sempat tidak dipahami oleh Nabi Muhammad.

Sedangkan dalam suatu ayat adanya turunnya Al-Quran merujuk pada ayat yang artinya : Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.(QS Al Isra’:9) Dalam buku “Membumikan Al-Quran” yang diterbitkan Mizan, 1996, M Quraish Shihab menjelaskan Alquran memberikan petunjuk dalam persoalan-persoalan akidah, syariah, dan akhlak, dengan jalan meletakkan dasar-dasar prinsip mengenai persoalan-persoalan tersebut; dan Allah SWT menugaskan Rasul SAW, untuk memberikan keterangan yang lengkap mengenai dasar-dasar itu.

Sedangkan Al-Quran merupakan sumber pertama dalam acaran Islam. Sedangkan istilah “sumber” (di sini dalam konteksnya dengan sumber ajaran Islam), dalam bahasa Arab, disebut mashdar, bentuk jamaknya adalah mashadir. Kata mashdar itu sendiri, menurut makna kebahasaan (etimologi), mempunyai arti, antara lain: asal atau permulaan sesuatu, sumber, tempat kemunculan sesuatu. Ar-Raghib, pakar leksikografi al-Qur’an, mejelaskan bahwa kata mashdar dapat bermakna “tempat di mana air muncul”, atau yang lebih populer disebut sebagai sumber air, yang biasa dinamakan dengan mata air. Mata air disebut mashdar, karena ia merupakan sumber dari mana air keluar. Dalam buku A Dictionary of Modern, sebagaimana dirujuk oleh Nata, dijelaskan bahwa kata sumber (dalam bahasa Indonesia), dalam bahasa Arab disebut mashdar, bentuk jamaknya mashadir, diartikan sebagai starting point (titik tolak), point of origin (sumber asli), origin (asli), infinitive (tidak terbatas), verbal nounce (kalimat kata kerja), dan absolute or internal object (mutlak atau tujuan bersifat internal).

Demikianlah, bahwa Al-Qur’an dari sudut atau sumber apapun merupakan kitab penting dalam menopang berkehidupan sosial ataupun kebangsaan. Sehingga penting untuk setiap insan Muslim mempelajari dan mengamalkan Al-Quran.

PENULIS : Ali Tantowi
EDITOR : Iwan Sanusi,S.H.