Aksi Jilid III Mahasiswa UIKA Dikemas Dalam Bentuk Panggung Aspirasi Dan Teatrikal

by -67 views

Lintasbogor.com, Bogor – Kampus sebagai training ground
harus memperlihatkan ciri ciri the power of the reason kekuatan penalaran.

Pada hari Kamis, 21 April 2022 yang bertepatan dengan momentum hari kartini, kami sebagai keluarga besar mahasiswa Universitas Ibnu Khaldun (KBM UIKA) menggelar aksi jilid III masih dengan tuntutan yang sama tapii degan beda penyampain hari ini mahasiswa UIKA. masih tetap konsisten dan komitmen mengawal semua tuntutan lewat aksi panggung teater
KBM UIKA menyampaikan segala keresahan nya.

Acara ini di mulai pada pukul 15.00 WIB
Yang dikemas dalam bentuk silaturahmi dan buka bersama. Turut dihadiri oleh semua ketua Lembaga dan ketua Ukm yang ada di lingkup UIKA.

“Kami UIKA sebagai kampus perjuangan tidak boleh berhenti untuk terus membela rakyat yang tertindas memperjuangkan hak – hak kaum mustad afin”, ujar Koorlap1 aksi Dimas.

Ditempat yang sama Garis haikal selaku korlap 2 pun menambahkan, “Bahwasanya kami mengadakan aksi lewat teater ini biar penguasa hari ini bisa melihat ketika mahasiswa aksi dihalangi oleh kawat berduri kita masih punya ruang alternatif dalam sebuah gerakan yang jelas konsiten dan komitmennya tetap terjaga, karna sejatinya kritik itu di sampaikan bisa dengan cara apapun.

Teatrikal yang menunjukan drama perempuan yang melawan sukses membuat peserta bergemuruh tertanda semmagt perlawan dan perjuangan begitu besar di kampus UIKA ujar ketua pelaksana Ande Apriliyandi.

Adapun tuntutan yang kami upayakan adalah mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia agar tidak menjadi penghianat
amanat Reformasi dengan alasan apapun, seperti:

  1. Wacana penundaan pemilu, perpanjangan masa
    jabatan yakni wacana 3 periode.
  2. menuntut serta mendesak Presiden Jokowi selaku kepala pemerintahan republik Indonesia untuk mengkaji ulang tentang
    kenaikan harga BBM jenis pertamax serta menolak keras wacana kenaikan harga pertalite dan gas
    elpiji 3kg
  3. Menuntut serta mendesak Presiden Jokowi dan pemerintah pusat agar membatalkan kenaikan
    PPN, yang dimana kenaikan PPN akan berdampak pada kenaikan segala harga bahan pangan
    kebutuhan rakyat Indonesia.
  4. Mendesak Kementerian Perdagangan segera menuntaskan oknum oknum mafia minyak di Negara
    Republik Indonesia.

AlFth/Asep/Amal