Abah Anton Charliyan Turut Hadir Acara Maulid Nabi Di PJBN Jakarta Barat

by -251 views

JAKARTA, Lintasbogor.com – Abah Anton Charliyan mantan Kapolda Jabar setelah road show maulid Nabi keliling di sejumlah comunitas agama yang berbasis budaya seperti : di Lasykar Agung Macan Ali Cirebon, kemudian di paguron pajajaran pusat sukaraja tasikmalaya, kini menghadiri maulid Nabi di Paguron Jalak Banten Nusantara ( PJBN ) di cengkareng jakarta barat sekaligus melantik pengurus PJBN wilayah jakarta barat pimpinan Raymond D Lacaden.

Hadir dalam acara tersebut Guru Besar sekaligus pimpinan pusat PJBN Prof. Dr. KH. Tb Sangadiah, MA, KH. Edi Sutisna, Mag sebagai dewan pendekar, Dr. Sangaji sebagai dewan pembina, Hj. Ratu Ageng Rekatama, MH sebagai ketua harian DPP PJBN Pusat, Arya Banda sebagai panglima komando utama, Buya Muhtadin, Uyut Sani Wijaya sebagai Dewan Penasihat, Dadang yang mewakili Macan Ali Cirebon, HR Khotib Ahyar, H. Hamka Faisyal, Ratu Jingga, Adipati Lingga, Aceh Habib Ali dan lainnya.

Anton Charliyan mantan Kadiv Humas Polri yang juga sebagai dewan pembina PJBN pusat dalam acara tesebut menyampaikan pesan singkatnya antara lain : Hendaknya PJBN bisa menjadi salah satu comunitas paguron yang mampu memempersatukan agama dengan budaya, karena PJBN disamping sebagai paguron yang senantiasa menjunjung tinggi nilai budaya luhur khususnya pencak silat dan debus Banten, juga merupakan pesantren besar di Banten yang dikenal sebagai pesantren Al Bantani, apalagi saat ini ketua umum nya, KH. Tb Sangadiah selain dikenal sebagai tokoh budaya juga dikenal sebagai tokoh masyarakat dan tokoh ulama yang kharismatik dan sangat dihormati oleh seluruh kiayi, ustad maupun habaib, terbukti saat ini beliau merupakan penasihat utama JATMAN tingkat nasional pimpinan habib Lutfi bin Ali bin Yahya, sebagai Muhtasyar dewan penasihat tingkat nasional PBNU dan lainnya

“Sehingga dengan demikian bertemulah nilai seni budaya luhur dan nilai agama dalam pribadi beliau sebagai pendiri PJBN.”

Budaya indonesia dengan suku bangsa, agama ras yang multy etnik dan berbeda – beda tersebut, merupakan khazanah kekayaan bangsa, bukan merupakan sesuatu yang harus dipertentangkan, itulah hakekat Bhineka Tunggal Ika dalam bingkai Pancasila, sebagimana diungkapkan juga oleh, Tb Sangadiah sebagai ketua umum.

Maka dari itu PJBN hadir sebagai suatu comunitas seni budaya yang bernuansa religius islam yang diharapkan mampu menyejukan, serta senantiasa membawa pesan damai menghilangkan segala perbedaan melalui keluhuran budaya, yang tetap menghormati keberagaman suku, agama maupun Ras, sebagaimana keteladanan Rosulullah ketika ingin membangun negara di madinah yang Baldatun Thoyibatun Warobun Ghofur dengan landasan. Dasar Piagam Madinah yang isinya sekalipun negara berdasarkan islam tetapi tetap menghormati, melindungi dan menjamin keberlangsungan kehidupan serta keselamatan warga nya seperti : Yahudi, Nasaroh dan lainnya, yang berlainan suku ras dan keyakinan agamanya.

Makanya dalam kata penutupnya Abah Anton menegaskan segala apa yang telah disampaikan oleh Ketum PJBN itulah, salah satu hakekat maulid Nabi yang paling penting kali ini, yakni : Kita semua harus menteladani segala sikap yang telah ditunjukan Rosullullah Nabi Besar Muhammad SAW dalam tata cara berbangsa dan bernegara. Yang tetap menghormati , melindungi keselamatan warganya sendiri yang telah menjadi penduduk madinah, sekalipun berbeda agama, suku maupun keyakinan,

Hal tersebut diungkapkan pula oleh Ratu Ageng sebagai ketua harian PJBN : sehingga bila kita cermati dengan seksama ternyata Piagam Madinah di zaman Rosulullah sangat sejalan dengan semboyan dan iedoligi kita Pancasila dan Bhineka Tunggal ika, sehingga tidak ada alasan lagi bila ada kelompok tertentu yang mengatas namakan agama mempertentangkan antara agama dengan iedoligi negara.

Apalagi mempertentangkan agama dengan agama, mari kita lihat persamaan jangan selalu melihat segala perbedaan, agar kita bisa hidup rukun aman dan damai, untuk itulah PJBN hadir dan dibentuk. Demikian, “pungkas dia dengan senyumanya yang cantik, mengakhiri wawancara pada Peringatan Maulid sekaligus pelantikan dewan pengurus PJBN di cengkareng jakarta barat.

Editor: Adi